
|
ME ~ Hello all! I'm Husna. Have enjoy in this blog. Chatting! Big thanks! Basecode : Nurul AtiQah Izyanyancinnamon
| hiburan Kisah Cangkir
Disuatu hari yang cerah, seorang kakek pergi ke sebuah toko souvenir untuk membeli sebuah hadiah yang diperuntukkan untuk cucu tercintanya. Disana ia menjumpai sebuah cangkir keramik dengan kombinasi warna yang sangat mengkilap disertai ukiran cantik.
Cangkir itu merupakan salah satu barang termahal yang ada di toko itu. Dengan rasa kagum sang kakek mengambil dan mengelus-elus cangkir itu. "Aku akan membelimu wahai cangkir cantik, akan kupersembahkan sebagai hadiah untuk cucuku tersayang," kata kakek.
Tiba-tiba cangkir itu mengeluarkan suara, sayup-sayup perlahan hingga terdengar jelas. Cangkir itu bersuara seakan-akan menjawap apa yang diucapkan kakek. "Dulu aku hanyalah segumpal tanah liat yang tak berguna, yang tidak mempunyai nilai dan harga sama sekali." katanya.
Pada kisahnya cangkir bercerita, bahwa sebelum sampai di toko souvenir ini ada seorang pengrajin yang mengambilnya dann meletakkannya pada sebuah tempat yang berputar-putar.
"Tolong hentikan, aku pusing" kata cangkir seraya memohon. Namun pengrajin tetap saja memutar-mutar cangkir yang dulunya hanya sebuah gumpalan tanah liat.
Saat itu, pikir cangkir penderitaannya sudah selesai. Seseorang mengambil dan memasukkannya ke sebuah tempat yang sangat panas dan cangkir pun berteriak, "Tolong, aku kepanasan!, panas, panas sekali!" teriaknya. Tapi tak ada seorang pun yang mendengar teriakannya. Setelah itu, ia pun mengeras karena panas api yang membakarnya.
Setelah dikeluarkan dari tempat itu, ia didinginkan dalam sebuah tempat,. kembali ia mengira, bahwa penderitaannya sudah selesai. Selang beberapa jam ada seseorang yang mengambilnya untuk kemuadian mewarnai dirinya dengan asap sehingga cangkir merasakan kaku.
"Berhenti, hentikan ini!" teriaknya menahan sakit. Tidak ada seorang pun yang menolong. Cangkir hanya bisa bersabar dan menyerahkan semuanya pada Tuhan. Selang semua itu, ada seorang wanita muda yang datang menghampirinya.Untuk sekian kalinya cangkir menduga bahwa dia akan membebaskannya keluar dari tempat itu. Namun, justru cangkir dibawa ke sebuah tempat yang lebih panas bahkan lebih panas dari sebelumnya. Ia pun berteriak sekuat tenaga."Panas, tolong hentikan ini, tolong!"
Setelah selesai dari tempat itu cangkir dibawa oleh seorang lelaki yang membawa sebuah benda tajam yang ujungnya berputar-putar dengan cepat. Rupanya lelaki itu akan mengukir cangkir. Dengan rasa sakit yang luar biasa, cangkir bertahan sekuat tenaga. Setelah beberapa saat, sambil menahan lelah, seorang wanita cantik, anggun, dan bertubuh langsing meletakkan cangkir di depan sebuah cermin. Dengan kaget cangkir terkagum-kagum melihat dirinya sendiri. Ia melihat, betapa dirinya kini begitu cantik dan sangat indah.
Cangkir telah menjadi sebuah benda yang bernilai. Orang-orang yang lewat selalu kagum ketika melihatnya.
Tetap lakukan yang terbaik untuk setiap langkah dan hafas disertai rasa syukur kepadaNya. pembentukan ini memang menyakitkan namun pada akhirnya kita akan melihat betapa cantik, indah, dan mulianya kita.
|